Home » , , » Hati Kecil Yang Hampa

Hati Kecil Yang Hampa



Hati Kecil Yang Hampa

Eko Julianto Perwira

 

                Di Tepi Danau Tua yang suram itu , Eren pemuda sederhana yang duduk dibangku dekat pepohonan yang rindang menceritakan kisahnya kepada seorang sahabatnya Ozy. Dengan muka yang agak suram dipenuhi oleh rasa penyesalan dan rasa sakit hati , Eren bercerita kepada Sehabatnya mengenai apa yang dia alami itu.
                “Aku memang bukan pahlawan seperti yang ada di komik-komik, aku bukan pemimpin yang mengatur rakyatnya, aku juga bukan kpk yang memberantas korupsi bahkan aku juga bukan orang yang dapat mengubah takdir dan memutar balikkan fakta” ucap Eren yang sambil meminum sebuah Minuman kaleng yang dingin.
                “ Jika Aku bisa kembali ke masa lalu mungkin aku tidak ingin menyia-nyiakan 1 detikpun waktu dimasa lalu untuk mengubah jalannya kehidupan di masa depan , tapi nayatanya aku hanya orang biasa yang hanya pandai berbicara tanpa berbuat” ujar Eren lagi dengan ekspresi menyesal.
                Kisahnya dimulai ketika dia bertemu dengan seorang gadis manis yang sangat ideal dan begitu cantik sehingga membuat dia bisa merasakan apa itu cinta.  Cinta yang dimaksudkan disina hanyalah sebatas cinta monyet belaka karena Eren masih tidak merasa apakah dia benar-benar bisa merasakan cinta karena hati kecilnya masih bimbang dengan apa yang disebut dengan cinta. Gadis manis itu berbeda , dia bernama Sintia seorang gadis manis yang menaruh rasa sayang pada seorang pemuda yang akrab disapa Dengan nama Eren. Saking cintanya Sintia-lah yang memberi perhatian lebih untuk Eren dan berharap perhatiannya akan dibalas walaupun hanya dengan sepatah kata. Lama kelamaan mereka mulai mempererat hubungan mereka dengan awalan tukar-tukaran Pin BB, kemudian saling minta meminta nomor HP dan akhirnya saling smsan. Hubungan mereka berjalan baik selama 4 bulan lamanya dan Eren baru tahu kalau dia mempunyai seseorang yang disebut dengan Gebetannya. Mereka semakin dekat setiap harinya mereka sering jalan bersama makan bersama saling bercanda satu sama lain dan saling bercerita tentang apa yang mereka alami. Tetapi ada saat dimana Eren ingin mencoba sesuatu yang lebih dari itu , dia ingin merasakan bagaima mana rasanya mempunyai seorang kekasih dan dia mencoba untuk menembak Sintia.
                “ Sintia , aku punya permintaan nih !” Kata Eren dengan Santainya.
                “ Iya Apaan Ren ? , tapi permintaannya jangan yang susah-susah yah” dengan tersenyum Sintia Menjawab pertanyaan Eren.
                “ Sintia hubungan kita akhir-akhir ini berjalan dengan baik nih tapi masah kita gini terus sih ? Gimana nih kalau kita membuat hubungan kita menjadi lebih serius gitu , bisah yah ?? gimana kalau kamu jadi pacar aku aja ? mau gak ? “ Ucap Eren dengan Serius. Sintia yang hanya diam dan terbawa suasana itu kemudian meng”Iyakan” Pernyataan dari Eren , tetapi dengan perasaan yang tidak tenang Eren dengan seketika berubah pikiran Dan ingin Berkata “Tidak” tapi dengan perkataan yang lembut sembari menyakitkan.
                “ Hehehehe... maaf yah Sintia tadi itu aku cuman bercanda jadi jangan dianggap serius ucapanku itu aku belum siap untuk memikul tanggung jawab sebesar itu” dengan Senyuman Palsu Eren meyakinkan Sintia, Tapi Sintia yang dihatinya sudah ada luka gores itupun merasa tidak nyaman karena sudah tersakiti oleh orang yang di cintainya. Karena tidak ingin Sintia kecewa Eren Berjanji akan memikul tangung jawab itu suatu hari nanti dan membahagiakan Sintia sebagai kekasihnya.
                Hari itu Setelah semua kejadian itu terlewati mereka masih melanjutkan hubungan mereka seperti biasanya tetapi dengan janji yang Eren Buat.
                Waktu terus berlalu seperti debu yang terbawa angin mereka sudah tidak pernah bertemu lagi sejak terakhir kali mereka bertemu , karena Eren yang berbeda 1 tahun dari Sintia melanjutkan sekolahnya ke jenjang yang lebih tinggi lagi yaitu SMA. Eren sudah menjadi murid SMA dan bahkan sudah naik ke kelas 2. Eren yang masih mengingat janjinya itu tidak ingin menghianati atau bahkan mengingkari sebuah janji begitu saja. Setelah 2 tahun berpisa dengan Sintia entah kenapa mereka dipertemukan lagi , mungkin takdir memang tidak bisah memisahkan mereka berdua dan lagi-lagi Eren merasa beruntung karena bisa mengabulkan janjinya kepada sintia. Di hari perayaan ulang tahun Sintia , Eren bernekad untuk mengabulkan janjinya yaitu menjadikan Sintia menjadi seorang kekasih. Eren dengan gagahnya bersiap-siap untuk menghadiri pesta ulang tahun Sintia. Eren yang sudah merasa keren itu siap untuk menembak Sintia karena selama 2 tahun terakhir ini banyak wanita lain yang ingin menjadi kekasih Eren tetapi Dia hanya menaruh 1 tempat di hatinya yaitu untuk Sintia Seorang. Eren yang tiba lebih awal dipesta itu akhirnya bertemu dengan Sintia setelah 2 tahun dia kelihatan begitu lebih cantik daripada sebelumnya. Saat Eren ingin mengungkapkan perasaannya yang selama ini dia pendam selama 2 tahun itu dan dibekali dengan kue sebagai hadiah ulang tahun Sintia, dia sekali lagi berubah pikiran . bukan berubah pikiran seperti 2 tahun yang lalu tetapi lebih parah yaitu sakit hati yang tak terelakkan. Dia melihat sang pujaan hatinya itu bersama dengan pemuda lain yang sudah menjadi kekasih Sintia. Sintia yang saat ini sudah melupakan janji yang diberikan Eren dan bahkan tidak ingat tentang perasaannya terhadap Eren, Dia hanya menganggap Eren sebagai teman masa lalunya. Tempat dihati itu kemudian menjadi rapuh dan kosong atau bisa disebut hampa. Baru kali ini Eren merasakan Sakit Hati , bukan sakit hati biasa tetapi sakit hati yang luar biasa.
                “ Andai Saja Aku bisa mengulang waktu, pasti tidak akan kusia-siakan seseorang yang pernah singgah dihati kecilku ini.” Ujar Eren dengan Sakit Hatinya itu.
                Kisahnya itu diakhiri dengan penyesalan yang sebesar-besarnya karena Eren sudah kehabisan kata-kata lagi untuk diceritakan kepada sahabatnya. Kemudian Ozy ingin menghilangkan rasa galau yang ada di hati Eren tetapi bukan dengan kata-kata tetapi dengan perbuatan.
                “ Ayo ikutlah denganku , aku ingin kau mencari wanita lain yang lebih baik dari pada dia “ ucap ozy sembari tersenyum menawarkan sebuah solusi , tetapi apa daya Eren yang mempunyai jawaban lain yaitu penolakan.
                “ Terima kasih untuk segala usaha yang kau berikan, tetapi maaf hatiku ini sudah hampa, aku sudah tidak bisa lagi merasakan apa yang namanya cinta bahkan perasaan kasih sayang untuk seseorang dihatiku sudah pudar dan menghilang” kata Eren sembari mengeluarkan senyuman palsu.
                Mereka berdua pun pergi meninggalkan sang danau untuk melihat matahari cera di tempat lain yang lebih suram dari masa lalu.



Terima Kasih Atas Partisipasi Anda yang menyempatkan diri untuk mampir di blog pribadi saya ini , dan membaca Hasil Karya Tulis Saya yaitu , Hati Kecil Yang Hampa

Related Post

Sinjai Blog Post

Loading...